Ganti Oli Mesin Mobil Pakai Merk Yang Lain, Apakah Boleh? Ini Ulasannya

Mengganti oli mesin harus secara berkala dilakukan untuk menjaga performa mesin. Mungkin kamu selama ini hanya berpatokan pada satu merk saja saat melakukan pergantian oli. Bisa jadi ada kekhawatiran, kalau merk olinya tidak sama seperti yang biasa dipakai akan membuat kinerja mesin menurun. Apakah opini ini memang benar?

Seringkali pengendara mobil agak khawatir jika salah memilih merk oli mesin. Ada yang beranggapan standar dari dealerlah yang harus dipakai. Ya, memang itu ada benarnya, tapi berdasarkan pengalaman beberapa mekanik handal, mereka menjelaskan tidak masalah sih memakai oli dengan merk yang lain. Namun yang harus diperhatikan dengan cermat adalah SAEnya. 

SAE adalah indeks kekentalan oli. Kamu harus lebih teliti soal ini. Sebelumnya kamu harus terlebih dahulu mengetahui kadar SAE tertentu cocok dengan mobil apa saja. Sebagai contoh, mobil produksi Jepang menggunakan 3 kadar SAE yang berbeda. Untuk mobil baru biasanya dipakai SAE 0W20, sedangkan mobil tahun 2003-2012 menggunakan SAE 5W30, nah untuk mobil dibawah tahun 2000 biasanya menggunakan SAE 10W40. Kamu harus memahami dan mengerti kenapa dibuat pengelompokan seperti itu.

Bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan oli merk yang lain. Sebenarnya bisa asal SAEnya sama, tapi kamu harus memerhatikan kemasan luarnya. Biasanya akan tertera jelas kadar SAEnya. Jika kamu tidak yakin soal ini, tetap lakukan pergantian oli mesin dengan menggunakan merk yang biasa kamu pakai.

Yang penting kamu jangan sampai lupa mengganti oli mesin jika sudah waktunya. Jika kamu lupa menggantinya, mesin akan mengalami masalah dan tarikan mobil agak berat. Perhatikan buku service yang ada di laci dashboard. Kamu pasti diberitahu perberapa kilometer pergantian oli mesin harus dilakukan.

Posting Komentar untuk "Ganti Oli Mesin Mobil Pakai Merk Yang Lain, Apakah Boleh? Ini Ulasannya"