Ini Dampak Negatifnya Menghisap Rokok di Dalam Kabin Mobil

Salah satu kebiasaan buruk yang harus dihindari saat berada di dalam kabin mobil adalah merokok. Beberapa orang mengabaikan hal ini, mungkin karena sudah kecanduan merokok. Jadi saat berkendara pun, rokok tetap dihisap dengan anggapan kalau kaca dibuka, asap rokok akan dibawa angin keluar dari kabin.

Ketika merokok dalam kabin, bau asap rokok akan tetap hinggap didalam kabin setidaknya selama beberapa hari. Ini bisa merusak sistem pendingin atau air conditioner di mobil. Jika sistem pendingin sudah rusak, maka tidak akan nyaman berada di dalam mobil. Apalagi suhu dan cuaca di Indonesia belakangan ini cukup panas.

Filter AC biasanya akan cepat diganti karena kebiasaan membuka kaca saat merokok di dalam kabin. Sudah pasti debu akan masuk ke dalam kabin dan semakin memperberat kerja filter AC. Jangan heran sewaktu tombol AC di tekan, udara di dalam kabin terasa kurang sejuk dan bau asap rokok yang pertama kali tercium oleh hidung.

Menghisap rokok di dalam kabin juga berefek buruk pada kualitas jok dan plafon mobil. Misalnya asap rokok juga membuat jok yang tadinya berwarna krem atau coklat mulai berubah warna. Hal yang sama juga berlaku untuk plafon yang terdapat di dalam kabin.

Jika ini sudah menjadi kebiasaan dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, kabin tidak lagi terasa elegan dan mewah, malah seperti tempat ruang khusus untuk merokok. Untuk menjual mobil di kemudian hari pun akan terasa sulit karena pembeli pasti akan memeriksa bagian interior mobil. 

Posting Komentar untuk "Ini Dampak Negatifnya Menghisap Rokok di Dalam Kabin Mobil"