Suka Duka Balapan Tanpa Penonton di MotoGP

Pandemi COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia benar-benar memengaruhi setiap perhelatan yang sudah direncanakan. Misalnya hampir sebagian besar seri MotoGP 2020 digelar tanpa penonton, sehingga balapan berlangsung tanpa suara riuh yang biasanya terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Penonton yang hadir di setiap serinya biasanya mencapai 100.000 orang. Sedangkan di masa pandemi, penonton yang diperbolehkan hadir ke sirkuit hanya mencapai 10.000 orang, itu pun dengan catatan harus tetap menerapkan social distancing dan memakai masker. Hanya sirkuit Le Mans dan Misano yang diperbolehkan mendatangkan penonton dari luar.

Bukan hanya itu saja, jumlah seri juga harus dipangkas menjadi 14, dengan catatan lima sirkuit diperkenankan untuk menggelar masing-masing dua seri. Semua balapan dihelat dibenua Eropa sampai ke seri terakhir. Sedangkan balapan di benua Amerika dan Asia resmi dibatalkan.

Pembalap-pembalap top seperti Rossi dan Dovizioso juga berkomentar tentang apa yang terjadi selama musim 2020. Menurut mereka beban untuk balapan memang berkurang karena ketiadaan penonton namun lama-kelamaan mereka merasakan sesuatu yang tidak biasa. Misalnya setelah selesai balapan, penonton biasanya akan berteriak atau meniup terompet tanda euforia untuk mereka yang berada di podium. Hal seperti ini tidak ditemukan di musim 2020.

Lalu apa yang akan terjadi untuk MotoGP musim 2021? hampir semua pengamat MotoGP belum mengetahui apa yang akan terjadi. Jika pandemi tetap berlangsung seperti tahun 2020, maka ada kemungkinan jumlah seri akan dipangkas kemudian balapan akan tetap digelar tanpa dukungan dari penonton.

Posting Komentar untuk "Suka Duka Balapan Tanpa Penonton di MotoGP"