Motor Jarang Digunakan, Haruskah Ganti Oli Mesin? Ini Penjelasannya

Setiap pengendara motor harus memahami pentingnya melakukan perawatan, entah itu di bagian mesin atau elektrikal. Dengan adanya perawatan yang rutin, maka kinerja motor akan lebih baik saat digunakan. Salah satu bagian yang tidak bisa luput dari perhatian adalah mengganti oli mesin berdasarkan jarak tempuh.

Namun bagaimana jika motor jarang digunakan? Haruskah oli mesin tetap diganti? Ya. Walaupun jarak tempuh masih cukup rendah, ada baiknya oli mesin diganti dengan yang baru. Biasanya oli mesin yang lama sudah bercampur dengan bahan-bahan lain di mesin. Bisa juga oli mesin mengendap bergantung lamanya motor dibiarkan di rumah.

Nah, pada pemakaian normal biasanya pergantian oli mesin dilakukan 1-2 bulan sekali. Namun, untuk kendaraan yang jarang digunakan, pergantian oli mesin bisa dilakukan 4-5 bulan. Jangan ada anggapan, mesin motor akan tetap awet jika oli mesin tidak diganti. Mungkin berpikir "kan motornya gak digunakan".

Motor yang jarang digunakan justru lebih rentan alami kerusakan daripada motor yang sering digunakan. Kenapa? alasannya adalah semua komponen entah itu di mesin atau elektrikal secara perlahan akan mengalami disfungsi jika terlalu lama tidak digunakan.

Maka apa lagi yang sebaiknya anda lakukan selain mengganti oli mesinnya? Upayakan untuk memanaskan motor setiap hari. Caranya gunakan engkol kick starter agar dinamo starter tetap awet. Biarkan mesin dalam kondisi menyala selama beberapa waktu, lalu coba untuk membuka gas sesekali. Selain itu, lebih baik gunakan standar ganda saat anda menyimpan motor di garasi, sering-sering periksa kabel elektrikal dan jangan lupa cuci sampai bersih kendaraan anda.

Posting Komentar untuk "Motor Jarang Digunakan, Haruskah Ganti Oli Mesin? Ini Penjelasannya"