Jadi Man Of The Match di Babak Final Liga Champions, Pujian Mengalir Buat Kante

Chelsea akhirnya berhasil mengangkat trofi si kuping besar usai mengalahkan Manchester City di Estadio Do Dragao. Gol semata wayang yang dicetak oleh Kai Havertz sudah cukup untuk mengakhiri perlawanan sengit Manchester City. Tapi bukan Kai Havertz yang menjadi bintang lapangan, melainkan Kante.

Pujian jelas layak diberikan kepada Kante. Berdasarkan statistik pertandingan, peran Kante di lapangan tengah benar-benar terlihat. Bukan hanya itu, Kante juga membantu lini pertahanan sehingga penyerang Manchester City kesulitan untuk menciptakan peluang.

Kante sukses membukukan tiga tekel sukses, satu intersepsi, dan dua aksi sapuan yang membuat skuat Manchester City ketar-ketir. Bahkan tim sekelas Manchester City hanya membuat satu tembakan on target di sepanjang pertaandingan. Memang, penguasaan bola dipegang oleh Manchester City, namun tidak mampu memberikan ancaman yang berarti.

Berdasarkan analisis dari salah satu komentator sepakbola, kesalahan Manchester City adalah tidak mampu meredam pergerakan Kante. Harusnya Manchester City menempatkan dua gelandang jangkar untuk mematikan setiap determinasi Kante di lapangan tengah.

Ini adalah trofi yang sangat spesial buat seorang pemain yang tiga tahun lalu juga berhasil merebut trofi piala dunia. Semua pengamat sepakbola sama-sama setuju bahwa Kante adalah pemain yang sangat spesial. Mampu membuat perbedaan setiap kali berada di lapangan.

Posting Komentar untuk "Jadi Man Of The Match di Babak Final Liga Champions, Pujian Mengalir Buat Kante"