Cara Kerja Busi Iridium di Sistem Pengapian Mobil

Cara kerja busi iridium di sistem pengapian-Saat berkendara, anda bisa saja berkata dalam hati "mobil saya kok gak ada tenaga" atau "mobil saya kok kurang kencang. Pemikiran seperti itu memang cukup wajar karena anda memang menginginkan sesuatu yang lebih dari mobil anda. Memang ada banyak faktor yang menyebabkan mobil yang anda kendarai kurang bertenaga, salah satunya adalah penggunaan busi yang masih standard.

Lalu apakah bisa busi standard digantikan dengan busi balap agar mobil lebih bertenaga? Sebaiknya tidak. Busi racing atau balap khusus diciptakan untuk mesin yang powernya lebih besar dan sistem pembakarannya jauh melebihi sistem pembakaran mobil konvesional.

Selain itu, penggunaan busi balap untuk mobil biasa bisa berdampak pada kinerja mesin. Bukannya menambah performa mesin semakin baik, yang terjadi malah sebaliknya. Sistem pengapian atau pembakaran akan bermasalah lalu akan merembet ke sistem kelistrikan kemudian ke bagian lain.

Maka busi jenis apa yang disarankan untuk digunakan? Jawabannya adalah busi iridium. Ini berbeda dengan busi biasa. Busi iridium bisa digunakan untuk kendaraan yang biasa digunakan sehari-hari. Konduktivitas listrik busi iridium tidak perlu dipertanyakan lagi, begitu pula dengan ketahanan dan masa pakainya. Busi biasanya diganti setiap 20.000 km, sedangkan busi iridium waktu pergantiannya bisa lebih lama lagi.

Nah, bagaimana cara kerja busi iridium di sistem pengapian? Pertama-tama diawali oleh elektroda pusat busi iridium yang mampu menghasilkan percikan listrik agar bisa mewujudkan efek pelebaran api yang membesar untuk menciptakan  ledakan energi yang dahsyat. Power dan energi yang besar akhirnya membuat mobil melaju kencang. Selain itu mobil yang menggunakan busi iridium akselerasinya semakin tokcer dan konsumsi bahan bakarnya lebih irit.

Posting Komentar untuk "Cara Kerja Busi Iridium di Sistem Pengapian Mobil"