Warga Pangandaran Terlibat Dalam Penyelundupan 1Ton Narkoba di Pangandaran

PANGANDARAN- Direktorat Narkotika Polda Jawa Barat (Jabar) menggagalkan upaya penyelundupan 1 ton sabu di kawasan Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Rabu (16/3/2022). Diduga, sabu tersebut akan didistribusikan ke Indonesia melalui perairan internasional.





Sejumlah warga Kabupaten Pangandaran terlibat pengedaran narkoba di perairan pantai Madasari, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran.
Kepala Desa Masawah Ukan mengatakan, sudah mendapatkan informasi pengedaran narkoba pada siang pukul 14.00 WIB di pantai Madasari.

"Pelaku juga sudah diamankan, ada empat tersangka itu berinisial DH, HH, AH, NS, dan M yang merupakan warga Pangandaran, Perempuan satu orang sebagai penerjemah, dan 1 orang Iran,"

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan pengawasan di wilayah pesisir Kabupaten Pangandaran belum optimal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran memang sudah lama mengkhawatirkan keamanan di wilayah perairannya.


"Kami punya pantai sepanjang 93 kilometer dari Kalipucang hingga Cimerak. Saya khawatir (keamanan di pesisir sudah lama, karena ada kasus pendatang (meninggal) beberapa tahun lalu," katanya saat dihubungi Republika, Rabu. (16/4/2022).


Jeje tidak yakin kawasan pesisir di Kabupaten Pangandaran tidak aman. Pasalnya, selama ini kawasan pesisir di kawasan tersebut tidak terpelihara secara optimal.


Menurut dia, penyelundupan 1 ton narkotika di kawasan Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, merupakan akibat dari kurangnya pengamanan. "Entah ini pertama kali atau sudah berkali-kali. Madasari itu pantai sepi. Beberapa orang tertentu tahu lokasi pendaratan karena itu daerah karang. Saya yakin orang-orang kita terlibat," kata Jeje. yang juga merupakan ketua Asosiasi Nelayan Indonesia. (HNSI) Kabupaten Pangandaran.


Terungkapnya kasus penyelundupan ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan keamanan di kawasan pesisir di Kabupaten Pangandaran. Menurut Jeje, Pemkab Pangandaran tidak bisa melakukan pengamanan sendirian. Dikatakannya, harus ada peralatan negara untuk membantu menjaga, seperti TNI AL dan polisi air.


Namun, saat ini keberadaan TNI Angkatan Laut di Kabupaten Pangandaran hanya berupa Pos TNI Angkatan Laut. Menurut Jeje, seharusnya posko tersebut ditingkatkan menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal), agar keamanan lebih maksimal.


Ia menambahkan, pihaknya juga akan meningkatkan kewaspadaan. Pemkab Pangandaran akan berkoordinasi dengan pimpinan dan organisasi nelayan di wilayahnya untuk membantu pengamanan. “Jika ada WNA atau kegiatan yang mencurigakan, harus segera melapor ke security,” ujarnya.


Berdasarkan informasi yang diperoleh Republika, pengungkapan itu dilakukan pada Rabu sekitar pukul 14.00 WIB. Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar mengungkap dan mengamankan 66 karung tersangka Narkoba jenis sabu yang berisi satu dus tupperware dan satu bungkus lakban bening yang diduga berisi sabu. Dari hasil perhitungan kasar, jumlah narkotika mencapai 1 ton.


Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap empat orang yang diduga kuat terlibat dalam kasus tersebut. Keempat orang tersebut semuanya merupakan warga Kabupaten Pangandaran.


Kronologis pengungkapan tersebut bermula ketika polisi mendapat informasi dari sumber terpercaya terkait peredaran internasional sabu dari Iran yang akan dikirim melalui laut ke perairan Pangandaran, Jawa Barat. Dari informasi tersebut disebutkan akan ada kapal dari Iran dengan muatan 1.000 kilogram (1 ton) sabu yang akan didistribusikan ke Indonesia. Pengiriman dilakukan dengan metode ship-to-ship di sekitar perairan Pangandaran.


Tim kemudian menyelidiki dan menangkap empat tersangka. Polisi juga menemukan barang bukti sabu dengan berat kotor sekitar 1.000 kilogram. Barang bukti itu disembunyikan di sebuah perahu yang terbungkus karung yang berada di Pantai Madasari. Diduga, barang bukti tersebut diangkut dari kapal nelayan tradisional di perairan internasional.

Posting Komentar untuk "Warga Pangandaran Terlibat Dalam Penyelundupan 1Ton Narkoba di Pangandaran"