KLITIH Kembali Memakan Korban

KLITIH Kembali Memakan Korban

KLITIH Kembali Memakan Korban-Insiden klitih yang dilakukan oleh remaja mahasiswa di Yogyakarta kembali merenggut nyawa. Kali ini korban tewas karena ditikam dengan tali persneling saat mencari makan untuk sahur pada 3 April 2022. Menurut pelaku, mereka melakukan hal tersebut karena terlibat perkelahian antar kelompok (geng) sehingga ketika terjadi perkelahian. Sebuah kesempatan, para pelaku melakukan aksi klitih.

KLITIH Kembali Memakan Korban


Kenyataannya, fenomena klitih selalu terjadi di kawasan khusus ini, dan menurut berbagai pelaku, motivasi klitih tidak jauh dari ingin meluapkan emosi, membalas dendam, mencari ketenaran dan membuktikan diri. Berbeda dengan pencuri yang melakukan kejahatan dengan motif mengambil benda berharga hingga merenggut nyawa, klitih tidak mengincar benda berharga namun tetap bisa membunuh nyawa.


Menurut mantan pelaku pada tahun 2017 silam, aksi klitih sulit untuk dihilangkan dan sulit untuk dihentikan karena sebagian besar pelakunya adalah pelajar. Bahkan jika mereka dipenjara, mereka baru berusia 5-10 tahun dan beregenerasi setiap tahun. Jika mereka menerima hukuman kekerasan untuk menghalangi mereka, hak asasi manusia pasti akan menghalangi mereka.


Sementara itu, Pemerintah Daerah Yogyakarta telah mengeluarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 28 Tahun 2021, di mana sekelompok garda warga bertugas membantu menyelesaikan konflik sosial di masyarakat dengan menjaga kawasan yang biasa terjadi klitih, kemudian mengawasi aktivitas anak-anak. setelah sekolah. Polisi juga rutin melakukan razia bawaan terhadap remaja laki-laki untuk mengetahui apakah mereka membawa senjata tajam untuk nglitih dan melakukan pembinaan di jalanan terkait klitih. Tapi pidato hanya pidato, klitih masih terjadi pada tahun 2022.

 Sepertinya Pemerintah Dan warga Harus bekerja sama untuk menemukan Solusi membasmi Klitih

Posting Komentar untuk "KLITIH Kembali Memakan Korban"