Siti Latifah Herawati Diah menjadi Google Doodle hari ini

Siti Latifah Herawati Diah menjadi Google Doodle hari ini, Minggu (4/3/2022). Google Doodle adalah gambar yang muncul di halaman pertama saat kita membuka Google Mama.



Rupanya Siti Latifah Herawati Diah di Google Doodle karena hari ini adalah hari ulang tahunnya. Lantas siapa sebenarnya Siti Latifah Herawati Diah?Siti Latifah Herawati Diah lahir pada tanggal 3 April 1917. Ia adalah jurnalis perempuan pertama di Indonesia dan juga menjadi saksi dan aktor dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Siti Latifah adalah putri dari Raden Latip dan Siti Alimah. Raden Latip sendiri adalah seorang dokter yang bekerja di Biliton Maatschappij.

Selain sebagai jurnalis, Siti Latifah Herawati Diah juga merupakan istri dari mantan Menteri Penerangan Burhanuddin Mohammad Diah atau BM Diah.

Berikut profil singkat Siti Latifah Herawati Diah yang muncul sebagai Google Doodle keesokan harinya:

 Profil keluarga

Siti Latifah Herawati Diah lahir pada tanggal 3 April 1917 di Tanjung Pandan, Belitung.

Ia adalah jurnalis perempuan pertama di Indonesia dan juga menjadi saksi dan aktor dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Anak Raden Latip, dokter yang bekerja di Biliton Maatschappij dan Siti Alimah.

Selain wartawan, Siti Latifah Herawati Diah juga istri mantan Menteri Penerangan Burhanuddin Mohammad Diah atau B.M. hari.


BerandaBeritaAcara

Temui Siti Latifah Herawati Diah yang menjadi Google Doodle hari ini

Rupanya Siti Latifah Herawati Diah di Google Doodle karena hari ini adalah hari ulang tahunnya. Lantas siapa sebenarnya Siti Latifah Herawati Diah?

Siti Latifah Herawati Diah lahir pada tanggal 3 April 1917. Ia adalah jurnalis perempuan pertama di Indonesia dan juga menjadi saksi dan aktor dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Siti Latifah adalah putri dari Raden Latip dan Siti Alimah. Raden Latip sendiri adalah seorang dokter yang bekerja di Biliton Maatschappij.

Selain sebagai jurnalis, Siti Latifah Herawati Diah juga merupakan istri dari mantan Menteri Penerangan Burhanuddin Mohammad Diah atau BM Diah.

Berikut profil singkat Siti Latifah Herawati Diah yang muncul hari ini sebagai Google Doodle dari berbagai sumber:

1. Profil keluarga

Tokoh pers terkemuka Herawati Diah meninggal pada usia 99

Semakin dekat

Siti Latifah Herawati Diah, salah satu tokoh pers Indonesia, menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (30/9) pagi.

Siti Latifah Herawati Diah lahir pada tanggal 3 April 1917 di Tanjung Pandan, Belitung.

Ia adalah jurnalis perempuan pertama di Indonesia dan juga menjadi saksi dan aktor dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Anak Raden Latip, dokter yang bekerja di Biliton Maatschappij dan Siti Alimah.

Selain wartawan, Siti Latifah Herawati Diah juga istri mantan Menteri Penerangan Burhanuddin Mohammad Diah atau B.M. hari.

2. Pendidikan

Siti Latifah Herawati Diah berkesempatan mencoba pendidikan tinggi.

Setelah lulus dari Europeesche Lagere School (ELS) di Salemba, Jakarta, ia pergi ke Jepang untuk bersekolah di American High School di Tokyo.

Setelah itu, atas dorongan ibunya, Herawati berangkat ke Amerika Serikat untuk belajar sosiologi di Barnard College yang berafiliasi dengan Columbia University, New York, lulus pada tahun 1941.


3. Pelacakan Karir

Siti Latifah Herawati Diah kemudian kembali ke Indonesia pada tahun 1942 dan kemudian bekerja sebagai jurnalis lepas untuk kantor berita United Press International (UPI). Dia kemudian bergabung sebagai penyiar di Radio Hosokyoku.

Herawati kemudian menikah dengan Burhanuddin Mohammad Diah atau B.M. Diah, yang bekerja di koran Asia Raja.

Kemudian, pada tanggal 1 Oktober 1945, B.M. Diah dan istrinya, Herawati, mendirikan dan mengembangkan Harian Merdeka. Herawati juga terlibat dalam pengembangan buku harian itu.

Pada tahun 1955, Herawati dan suaminya mendirikan The Indonesian Observer, surat kabar berbahasa Inggris pertama di Indonesia.

Surat kabar ini pertama kali diterbitkan dan diedarkan pada Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung, Jawa Barat. Pemerhati Indonesia bertahan sampai tahun 2001, sedangkan surat kabar Merdeka berpindah tangan pada akhir tahun 1999.

Posting Komentar untuk "Siti Latifah Herawati Diah menjadi Google Doodle hari ini"